Notification

×

Iklan

Iklan

Massa AMI Kepung Kanwil Ditjen PAS Jatim: Sistem Pengawasan Dinilai Bobrok

Selasa, 10 Februari 2026 | 6:24:00 PM WIB | Last Updated 2026-02-10T11:24:15Z


Surabaya | harianmataberita.com -Suasana di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur, Selasa (10/2/2026), memanas. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes keras terhadap lemahnya pengawasan dan dugaan kelalaian petugas di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Jawa Timur.
Massa aksi datang dengan membawa poster dan spanduk berisi kecaman terhadap maraknya dugaan pelanggaran di dalam Lapas. Mereka menilai, berbagai kasus peredaran barang terlarang hingga praktik ilegal yang berulang menunjukkan sistem pengawasan pemasyarakatan telah berada di titik yang mengkhawatirkan.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, dalam orasinya menyebut kondisi Lapas di Jawa Timur sudah “bobrok” dan gagal menjalankan fungsi pembinaan. Ia mempertanyakan efektivitas pengamanan di dalam Lapas yang seharusnya menjadi institusi tertutup dengan sistem kontrol berlapis.
“Bagaimana mungkin di tempat yang dijaga ketat oleh petugas berseragam, dilengkapi CCTV, tapi pelanggaran terus terjadi? Kalau bukan karena ada oknum yang bermain mata, ini tidak mungkin,” tegas Baihaki di hadapan massa.
Menurutnya, kejadian-kejadian tersebut bukan lagi persoalan insidental, melainkan cerminan dari lemahnya pengawasan internal. Baihaki menilai, jika tidak ada evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas, kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan akan semakin runtuh.
Tekanan dari massa aksi akhirnya membuat pihak Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur turun tangan. Perwakilan Kanwil menemui demonstran dan meminta sepuluh orang perwakilan AMI untuk masuk ke kantor guna melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan secara langsung.
Efendi, perwakilan dari Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan oleh AMI. Ia mengapresiasi peran organisasi masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah.
“Kami berterima kasih kepada Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang telah menyampaikan aspirasi. Masukan ini akan kami jadikan bahan evaluasi ke depan,” kata Efendi.
Meski berlangsung tertib, aksi demonstrasi ini diwarnai orasi-orasi keras yang menuntut adanya tindakan nyata, bukan sekadar janji. AMI mendesak Kanwil Ditjen PAS Jatim untuk menindak tegas oknum petugas yang terbukti lalai atau terlibat praktik ilegal di dalam Lapas.
AMI juga memperingatkan, jika tidak ada perubahan signifikan dalam sistem pengawasan dan penindakan, mereka siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar untuk menekan pemerintah agar melakukan pembenahan serius di sektor pemasyarakatan Jawa Timur.(TR)