SURABAYA, Harianmataberita - Grend Opening Baru Kali ini Polrestabes Surabaya adakan Bazar Ranmor sebagai upaya mengembalikan ratusan kendaraan bermotor hasil sitaan kasus pencurian motor kepada para pemiliknya. Kegiatan bertajuk “Bazar Ranmor” ini menjadi bentuk pelayanan publik sekaligus wujud transparansi kepolisian dalam memulihkan kerugian masyarakat akibat maraknya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Sedikitnya sekitar 800 unit sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang siap dipulangkan kepada pemilik sahnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, bazar tersebut akan dilaksanakan dalam dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Seluruh kendaraan yang ditampilkan merupakan barang bukti hasil pengungkapan berbagai kasus curanmor yang ditangani jajaran kepolisian dalam beberapa waktu terakhir.
“Sesi pertama dimulai pada (besok) tanggal 21 hingga 23 Januari, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada 26 sampai 30 Januari mendatang,” ujar Luthfie.
Menurutnya, program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat yang kehilangan kendaraan agar dapat mengambil kembali haknya tanpa prosedur berbelit. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan kendaraan dilakukan secara gratis dan tanpa pungutan apa pun.
“Cukup membawa bukti kepemilikan resmi seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang. Pemilik bisa datang sendiri dan mengecek kendaraannya. Tidak ada biaya dan tidak boleh melalui perantara,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kendaraan yang dipamerkan akan dikelompokkan berdasarkan jenis serta hasil pengecekan nomor rangka dan nomor mesin. Polisi juga telah menyusun kendaraan dalam beberapa blok untuk memudahkan masyarakat melakukan pencarian secara langsung di lokasi bazar.
Luthfie mengungkapkan, sebagian besar motor hasil curian sudah tidak lagi menggunakan pelat nomor asli karena telah dimanipulasi oleh pelaku. Oleh sebab itu, proses identifikasi dilakukan secara teliti melalui pencocokan nomor mesin dan nomor rangka hingga akhirnya diketahui pemilik kendaraan yang sah.
“Banyak pelat nomor yang sudah diganti. Identifikasi kami lakukan dari nomor rangka dan mesin sampai ditemukan data pemiliknya,” ungkapnya.
Menariknya, hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak semua pemilik kendaraan berasal dari wilayah Surabaya. Sejumlah motor diketahui berasal dari luar daerah, bahkan salah satu unit teridentifikasi berasal dari Provinsi Banten.
“Ini memperkuat dugaan bahwa jaringan curanmor yang kami tindak memiliki pola distribusi lintas wilayah,” jelas Luthfie.