Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 21 Manfaatkan Limbah Serabut Kelapa Menjadi Cocopeat sebagai Media Tanam di Desa Tampojung Pregih

Minggu, 26 Juli 2026 | 1:22:00 PM WIB | Last Updated 2026-07-26T06:22:53Z

Pamekasan – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kelompok 21 melaksanakan program pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat sebagai media tanam di Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah serabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi media tanam yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna.

Desa Tampojung Pregih memiliki potensi limbah serabut kelapa yang cukup melimpah. Hal tersebut berasal dari aktivitas penjual es kelapa muda yang setiap hari menghasilkan tumpukan serabut kelapa. Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibuang atau dibakar sehingga belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UTM Kelompok 21 berinisiatif mengolah limbah serabut kelapa menjadi cocopeat, yaitu media tanam organik yang banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian, hortikultura, maupun pembibitan tanaman.

Kegiatan pengolahan diawali dengan mengumpulkan limbah serabut kelapa dari para penjual es kelapa muda di sekitar desa. Serabut kelapa kemudian dipisahkan dari kotoran atau sisa-sisa bahan lain sebelum memasuki proses pengolahan. Selanjutnya, serabut kelapa dihaluskan hingga menghasilkan serbuk halus (cocopeat). Setelah proses penghalusan selesai, cocopeat dikeringkan untuk mengurangi kadar air sehingga siap dimanfaatkan sebagai media tanam.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut memperkenalkan manfaat cocopeat kepada masyarakat. Cocopeat memiliki kemampuan menyimpan air yang cukup baik, menjaga kelembapan media tanam, memperbaiki aerasi tanah, serta dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media tanam yang ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat juga diharapkan mampu mengurangi penumpukan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Mulyadi, menyampaikan bahwa program ini berangkat dari potensi desa yang belum dimanfaatkan secara maksimal. "Kami melihat limbah serabut kelapa di Desa Tampojung Pregih cukup melimpah karena banyaknya penjual es kelapa muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi cocopeat yang bermanfaat sebagai media tanam sehingga memiliki nilai guna yang lebih tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan, Riyan Bagus Pratama, berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah serabut kelapa secara lebih optimal. "Cocopeat merupakan media tanam yang ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah serabut kelapa menjadi produk yang berguna sehingga limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian," jelasnya.

Kepala Desa Tampojung Pregih, Yanto, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura. "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu mengubah limbah serabut kelapa menjadi media tanam yang berguna bagi masyarakat. Semoga inovasi sederhana seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian di Desa Tampojung Pregih," tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UTM Kelompok 21 berharap pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal. Inovasi sederhana ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Kontributor: Kelompok 21 KKN Universitas Trunojoyo Madura 2026, Desa Tampojung Pregih, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.