Surabaya|harianmataberita.com- Polda Jawa Timur menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Lapangan Mapolda Jatim, Senin (2/2/2026). Apel dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H.
Dalam apel tersebut, Brigjen Pasma membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. Ia menegaskan apel gelar pasukan menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel hingga sarana pendukung operasi.
“Apel ini merupakan final check kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral agar Operasi Keselamatan Semeru 2026 berjalan optimal,” ujar Brigjen Pasma.
Wakapolda Jatim juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur. Berdasarkan analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas.
Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia, 51 orang mengalami luka berat, dan 803 lainnya luka ringan.
“Tingginya angka kecelakaan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya disiplin dan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan berkendara,” jelasnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, Polda Jatim menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
Sebanyak 5.020 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Rinciannya, 395 personel dari Satgas Polda dan 4.625 personel dari satuan wilayah jajaran.
Pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas, melalui upaya preemtif, preventif, dan represif.
“Penegakan hukum dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi fatal, seperti ODOL, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, hingga knalpot brong, dengan mengoptimalkan ETLE agar penindakan transparan dan akuntabel,” tegas Brigjen Pasma.
Di akhir amanat Kapolda Jatim, seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan masyarakat, memperkuat sinergitas lintas sektor, serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama pelaksanaan operasi. (ysk)