Notification

×

Iklan

Iklan

Asal-Usul 1 Suro dan Keterkaitannya dengan 1 Muharam, Benarkah Berawal dari Tahun 78 Masehi

Senin, 15 Juni 2026 | 8:26:00 AM WIB | Last Updated 2026-06-15T01:31:06Z

Surabaya – Perbincangan mengenai hubungan antara 1 Suro dalam kalender Jawa dan 1 Muharam dalam kalender Hijriah kembali menjadi perhatian masyarakat. Salah satu hal yang menarik untuk dikaji adalah keterkaitan antara penanggalan Jawa kuno, Kalender Saka, dan Kalender Islam yang kemudian dipadukan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Menurut catatan sejarah, kalender Jawa yang digunakan hingga saat ini merupakan hasil reformasi penanggalan yang dilakukan oleh Sultan Agung pada tahun 1633 Masehi. Saat itu, sistem Kalender Saka yang telah lama digunakan masyarakat Jawa dipadukan dengan sistem Kalender Hijriah Islam.

Perubahan tersebut dimulai pada 1 Suro Tahun Alip 1555 Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharam 1043 Hijriah atau sekitar 8 Juli 1633 Masehi. Sejak saat itu, awal tahun Jawa selalu bertepatan dengan awal tahun Hijriah, meskipun penomoran tahunnya tetap melanjutkan angka dari Kalender Saka.

Menariknya, jika dilakukan perhitungan sederhana:

1633 M – 1555 Tahun Jawa = 78

Angka 78 tersebut diyakini sebagai tahun awal dimulainya Kalender Saka yang berasal dari India dan mulai digunakan di Nusantara pada 78 Masehi. Karena itu, banyak kalangan menilai bahwa penomoran tahun Jawa yang dipertahankan Sultan Agung memang memiliki akar sejarah yang berasal dari Kalender Saka kuno.

Sejumlah sejarawan menjelaskan bahwa sebelum masuknya Islam, masyarakat Jawa telah mengenal sistem penanggalan berdasarkan peredaran matahari, Kalender Saka, serta sistem pasaran yang kemudian berkembang menjadi perhitungan weton. Setelah Islam berkembang di Jawa, Kalender Hijriah digunakan untuk kepentingan keagamaan, sementara tradisi Jawa tetap dipertahankan.

Melalui kebijakan Sultan Agung, kedua sistem tersebut akhirnya disatukan. Nama bulan-bulan Islam tetap digunakan, seperti Muharam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai Suro, sementara angka tahunnya meneruskan hitungan Kalender Saka.

Abdul Halim selaku Pimpinan Redaksi HarianMataBerita.com sangat tertarik dalam diskusi sejarah,fakta sebenarnya, kami akan terus menggali informasi kepada para pengamat sejarah. Halim, menjelaskan bahwa bertepatan antara malam 1 Suro dan malam 1 Muharam merupakan hasil perjalanan sejarah panjang yang menyatukan unsur budaya Jawa dan ajaran Islam.

"Sebagian masyarakat masih menganggap malam 1 Suro dan malam 1 Muharam sebagai dua peristiwa yang berbeda. Padahal, sejak reformasi kalender yang dilakukan Sultan Agung pada tahun 1633 Masehi, keduanya ditetapkan berlangsung secara bersamaan. Hal ini menunjukkan adanya akulturasi budaya yang harmonis antara tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam," ujar Abdul Halim.

Menurutnya, malam 1 Suro tidak seharusnya dipahami sebagai malam yang menakutkan atau penuh mitos semata, melainkan menjadi momentum untuk introspeksi diri, memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, serta mensyukuri pergantian tahun dalam tradisi Jawa maupun Islam.

"Dalam perspektif sejarah, malam 1 Suro yang bertepatan dengan 1 Muharam adalah simbol persatuan budaya dan spiritualitas. Masyarakat dapat memaknainya sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT," tambahnya.

Dengan demikian, kesamaan antara 1 Suro dan 1 Muharam bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil kebijakan sejarah yang dilakukan Kerajaan Mataram pada abad ke-17 untuk menyelaraskan budaya Jawa dan tradisi Islam tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Hingga kini, malam 1 Suro masih dianggap sebagai momen penting bagi masyarakat Jawa. Berbagai tradisi seperti tirakatan, doa bersama, dan refleksi diri terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Catatan Penutup

Perlu disampaikan bahwa seluruh uraian, pandangan, dan informasi yang tertuang dalam tulisan ini merupakan hasil diskusi serta obrolan santai antara Abdul Halim selaku Pimpinan Redaksi HarianMataBerita.com bersama rekannya, Gus Peppy. Pembahasan ini disusun sebagai bahan edukasi dan refleksi untuk menambah wawasan masyarakat mengenai sejarah, budaya, serta keterkaitan antara 1 Suro dalam tradisi Jawa dan 1 Muharam dalam kalender Islam.