Bali - Mengawali Tahun Baru 2026, Aliansi Madura Indonesia (AMI) memanfaatkan momentum libur awal tahun untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Bertempat di Pulau Dewata, kegiatan yang dikemas dalam agenda kebersamaan keluarga besar AMI ini berlangsung selama dua hari, Kamis (2/1/2026), dengan nuansa santai namun sarat makna refleksi.
Berbeda dari rapat formal, AMI memilih pendekatan wisata kebersamaan sebagai sarana mempererat hubungan emosional antaranggota. Sejumlah destinasi ikonik Bali menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, mulai dari Tanjung Benoa dan Pulau Penyu, Water Blow Pura Ulun Danu Beratan di kawasan Bedugul, hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Kuta, dan Nuanu Creative City.
Di sela agenda wisata, kebersamaan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pimpinan dan anggota. Makan malam bersama di kawasan Jimbaran menjadi puncak kebersamaan, di mana suasana akrab dan tanpa sekat terlihat jelas dalam interaksi seluruh peserta.
Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia, Baihaki Akbar, S.E., S.H., menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari strategi menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Organisasi tidak bisa hanya dibangun lewat struktur dan jabatan. Yang paling penting adalah rasa memiliki dan kesadaran untuk berkontribusi secara ikhlas,” kata Baihaki dalam keterangannya.
Menurutnya, awal tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bersama, sekaligus menyatukan kembali visi dan nilai dasar AMI. Ia menegaskan bahwa loyalitas sejati tidak lahir dari kepentingan pribadi, melainkan dari komitmen kolektif untuk menjaga marwah organisasi.
“Ketika hubungan dibangun secara setara, tidak ada jarak antara pimpinan dan anggota. Dari situlah kekuatan organisasi tumbuh secara alami,” ujarnya.
Baihaki juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan persaudaraan di tengah perbedaan latar belakang anggota. Ia menilai, kebersamaan nonformal justru efektif menciptakan komunikasi yang jujur dan terbuka.
Menutup rangkaian kegiatan, Baihaki menyampaikan pesan Tahun Baru kepada seluruh anggota agar menjadikan 2026 sebagai tahun penguatan persatuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga di tahun ini kita dijauhkan dari sikap iri dan perpecahan. AMI harus tetap hadir sebagai organisasi yang solid, humanis, dan bermanfaat,” pungkasnya.
Melalui agenda awal tahun ini, AMI berharap semangat kebersamaan yang terbangun di Bali dapat menjadi energi positif untuk menjalankan program-program organisasi ke depan.(TR)