SURABAYA – Maraknya perjudian online dan judi bola yang terus berkembang di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, mendapat sorotan tajam dari Aktivis 98 Eko Gagak bersama Halim, pengamat muda. Keduanya menilai fenomena tersebut telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial, ekonomi, serta masa depan generasi penerus bangsa.
Menurut Eko Gagak, perjudian saat ini semakin mudah dijumpai di berbagai kalangan masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena bukan hanya merugikan pemainnya, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga.
"Saya sangat miris melihat perjudian online dan judi bola semakin marak. Yang menjadi korban bukan hanya pelakunya, tetapi juga istri dan anak-anak mereka. Bagaimana masa depan anak bangsa jika seorang ayah lebih memilih menghabiskan penghasilannya untuk berjudi dibanding memenuhi kebutuhan keluarganya," tegas Eko Gagak.
Senada dengan itu, Halim selaku pengamat muda menilai maraknya judi bola telah memberikan dampak negatif terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Menurutnya, banyak keluarga mengalami kesulitan keuangan karena sebagian penghasilan justru dihabiskan untuk berjudi dengan harapan memperoleh keuntungan instan.
"Perjudian bukan jalan keluar dari persoalan ekonomi. Justru sebaliknya, judi bola membuat banyak masyarakat mengalami kerugian finansial, terlilit utang, kehilangan harta benda, bahkan memicu keretakan rumah tangga. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa," ujar Halim.
Eko Gagak dan Halim berharap pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa memperkuat langkah pemberantasan perjudian melalui penegakan hukum yang tegas dan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
"Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dalam memberantas seluruh bentuk perjudian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar tidak ada lagi yang menganggap judi sebagai pekerjaan atau cara cepat mendapatkan penghasilan," kata Eko Gagak.
Mereka menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda harus menjadi prioritas nasional. Menurut keduanya, apabila praktik perjudian terus berkembang tanpa pengawasan dan penanganan yang efektif, dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi keluarga.
"Jangan biarkan judi menghancurkan masa depan anak-anak Indonesia. Negara harus hadir melalui penegakan hukum yang konsisten, sementara masyarakat harus bersama-sama membangun kesadaran bahwa bekerja keras adalah jalan yang benar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, bukan melalui perjudian," pungkas Eko Gagak dan Halim.