Notification

×

Iklan

Iklan

Bentrok Dua Ormas di Depan PS Mall Palembang, Terdengar Letusan Diduga Senpi, Satu Orang Luka Parah

Jumat, 09 Januari 2026 | 3:24:00 PM WIB | Last Updated 2026-01-09T08:24:45Z


Palembang | harianmataberita.com - Keributan hebat melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) pecah di Jalan Angkatan 45, tepat di depan PS Mall Palembang, Selasa (6/1/2026) siang. Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka serius, bahkan kehilangan jari tangan, serta memicu kepanikan warga sekitar setelah terdengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di wilayah Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Aparat Polsek Ilir Barat I Palembang yang dipimpin langsung Kapolsek beserta Panit dan anggota Unit Reskrim segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya keributan antar kelompok massa.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), keributan melibatkan dua ormas, yakni Ormas PERMASKOT dan Ormas Harimau Sumatera Bersatu. Dugaan sementara, konflik dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir di sekitar PS Mall yang saat ini disebut-sebut dikelola oleh Ormas PERMASKOT.

“Saat kejadian, saksi mendengar dua kali suara letusan yang diduga berasal dari senjata api,” ujar salah satu saksi di lokasi.

Akibat bentrokan tersebut, satu orang korban dari kelompok Ormas PERMASKOT terdata mengalami luka berat. Korban diketahui bernama M Billy Putra Pratama (30), seorang karyawan swasta, warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

Korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka bacok di tangan kanan, jari tengah tangan kanan putus, jari telunjuk nyaris putus, luka bacok di lengan kiri dan kepala, serta dua luka tusuk di paha kiri. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di RS AK Gani Palembang.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian yang diduga digunakan saat bentrokan, yakni dua bilah senjata tajam jenis parang bergagang kayu serta pelindung tangan berbahan besi.

Selain mengamankan TKP, polisi telah mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan barang bukti, mengambil rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta menelusuri video amatir milik warga. Aparat juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Polisi mengarahkan korban maupun pihak keluarga untuk segera membuat laporan resmi guna kepentingan proses hukum lebih lanjut. Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.(red)