Notification

×

Iklan

Iklan

BKKBN Jatim Gelar “SAPA PEMUDIK”, Sediakan Layanan KB dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Jalur Mudik.

Senin, 16 Maret 2026 | 8:19:00 PM WIB | Last Updated 2026-03-16T13:19:42Z


Harianmataberita. Com|Surabaya - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan. Untuk memastikan layanan keluarga tetap berjalan di tengah tingginya aktivitas perjalanan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “SAPA PEMUDIK.”
Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Nomor B-2/AK.03/B/2026 tanggal 10 Maret 2026 tentang Pelaksanaan Pelayanan Program Bangga Kencana pada Masa Arus Mudik.
Kegiatan ini bertujuan memastikan keberlangsungan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sekaligus memberikan layanan langsung kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Mudik bagi masyarakat Jawa Timur tidak sekadar perjalanan pulang kampung. Momen ini menjadi waktu berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, serta merayakan kebersamaan setelah lama beraktivitas di perantauan. Namun perjalanan panjang juga menuntut kesiapan kesehatan dan kenyamanan seluruh anggota keluarga.
Momentum mudik juga dinilai penting dalam memperkuat berbagai fungsi keluarga, seperti fungsi keagamaan melalui silaturahmi, fungsi cinta kasih melalui kebersamaan, serta fungsi perlindungan dengan saling menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.
Dalam rangka itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaksanakan tiga kegiatan utama dalam program “SAPA PEMUDIK”.
Kegiatan pertama bertajuk “ASN Peduli, Empati dan Berbagi: SAPA PEMUDIK Dekatkan Akses dan Layanan Informasi Program Bangga Kencana.” Kegiatan ini digelar pada 16 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Posko Mudik Bangga Kencana Terminal Bratang Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN Jatim menyapa para pemudik yang melintas di terminal dengan memberikan informasi terkait program Bangga Kencana serta membagikan takjil gratis menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menargetkan sekitar 250 pemudik, khususnya pasangan usia subur, keluarga muda, dan masyarakat yang membutuhkan informasi terkait keluarga berencana serta kesehatan reproduksi.
Kegiatan kedua berupa layanan KB dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan pada 17–18 Maret dan 25–26 Maret 2026 di Rest Area Tol Trans Jawa 725A Travoy Driyorejo dan Rest Area 726 Gresik.
Dalam kegiatan ini, BKKBN Jatim mendirikan pos pelayanan bersama Polres Gresik, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gresik serta Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dalam rangka Operasi Ketupat Semeru.
Melalui posko tersebut, para pemudik dapat memanfaatkan layanan konsultasi keluarga berencana, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pelayanan ini juga melibatkan Ikatan Bidan Indonesia sebagai mitra tenaga kesehatan yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Sasaran kegiatan ini sekitar 200 pemudik yang singgah di rest area, terutama pasangan usia subur, keluarga muda, serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dasar selama perjalanan mudik.
Kegiatan ketiga adalah program Mudik Bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Jalan Airlangga 31–33 Surabaya.
Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari Tim Pendamping Keluarga, akseptor KB, serta keluarga berisiko stunting mengikuti program mudik bersama dengan rute Surabaya menuju Malang.
Melalui keterlibatan Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB, program ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga selama perjalanan serta mendukung percepatan penurunan stunting.
BKKBN menilai Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan mobilitas mudik terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan mudik yang aman, sehat, dan edukatif bagi masyarakat.(red)